Chart Head And Shoulder

Mari kita belajar chart pattern. Anda mungkin sekarang sudah banyak memahami indikator dan bahkan mungkin sudah punya indikator pair andalan sendiri. Ok, that’s great. Tapi masih banyak hal lain yang perlu kita ketahui untuk memahami pergerakan chart sehingga kita bisa berselancar dengan nyaman di gelombang pergerakan chart. Salah satunya adalah mengenali dan memahami chart pattern. Ok deh. Marilah kita belajar tentang pola-pola yang biasa terjadi pada chart atau chart pattern. Mungkin anda bertanya-tanya, apa perlunya memahami chart pattern ini?

Chart pattern berfungsi untuk mengidentifikasi pola yang terbentuk pada chart, dimana apabila pola tersebut terbentuk, kecenderungan akan terjadi gerakan yang ekstrem pada chart. Siapa sih yang gak pengen mengambil keuntungan dari pergerakan yang ekstrem? Hmmm.. pasti semua pengenlah. Siapa sih yang pengen “salah posisi” saat terjadi gerakan ekstrem tersebut? Wuikss, yang ini sih kagaklah.

Nah, memahami chart pattern akan membantu kita untuk bersiap-siap menghadapi gerakan ekstrem tersebut, memanfaatkan dan mengambil keuntungan dari gerakan tersebut serta menghindari melakukan open di posisi yang “salah”. Yah, namanya juga gerakan ekstrem, kalau kita pas dalam meresponnya, keuntungan besar akan bisa kita dapat. Sebaliknya, kalau kita “salah” dalam meresponnya, ya… siap-siap aja kesabet SL atau bahkan mungkin dijemput ama si MC.

Ada banyak chart pattern yang dikenal, salah satunya adalah double bottom/up. Saya akan mencoba menambahkan pengertian untuk pola yang lain, yaitu head and shoulder pattern. Head and shoulder pattern adalah pola chart reversal, artinya, apabila pola ini terbentuk kecenderungan akan disertai dengan pembalikan harga besar-besaran. Polanya secara umum terlihat seperti berikut:


Ok. Dapatkah anda melihat gambaran “kepala dan bahu” pada pola tersebut? “Kepala” adalah titik tertinggi (higest-high), yang diapit oleh “bahu” yang merupakan dua titik tertinggi sejajar di bawah kepala. Dalam pola seperti itu, kita bisa melakukan open position di bawah “leher”. Kita juga bisa menentukan target sejauh “leher” tersebut dengan mengukur jarak antara “kepala” dan “bahu”. Kecenderungan harga merosot jauh setelah pola ini terbentuk. Seperti halnya pola double top dan double bottom yang berkebalikan, pada pola head and shoulder ini juga berlaku kebalikan. Kurang lebihnya gambarannya sebagai berikut:


Pola kebalikan dari head and shoulder (inverse head and shoulder) ini dibentuk dari sebuah titik terendah (lowest-low) yang diapit oleh dua titik terendah lain (yang tidak serendah kepala) sebagai “bahu”nya. Harga kecenderungan akan naik tajam setelah pola ini terbentuk. Nah, dengan berbekal pada chart pattern ini, anda akan bisa mengantisipasi gerakan chart tersebut dan tentu saja mengambil keuntungan darinya.

Mmm… mungkin bahkan anda berpikir, target yang kita tetapkan masih kurang jauh? Hehehe… sah-sah saja sih kalau masih mau memanfaatkan gerakan yang terjadi. Boleh aja kalau anda masih mau menambah target pips, tapi saran saya, amankan dulu profit yang telah kita dapatkan. Tentunya juga kita masih harus berpegang pada prinsip dasar dalam trading: jangan serakah. Jadi, ambil dan nikmati secukupnya. Masih ada beberapa pola yang lain yang mungkin perlu  juga kita ketahui. Nanti deh kita akan bicarakan pada artikel selanjutnya.